Paus “Terakhir”

16 Februari 2013 at 11:09 pm (Renungan) (, , , , , , , )

konklave

Siapa Paus berikutnya.

Beberapa waktu yang lalu, dunia sempat dihebohkan dengan ramalan Suku Maya yang ditafsirkan oleh banyak orang bahwa dengan berakhirnya kalender Suku Maya pada Desember 2012, maka dunia juga akan berakhir, tapi ternyata perhitungan orang-orang tersebut salah. Bulan Desember 2012 sudah lewat, dan belum terjadi apa-apa yang kaitannya dengan kiamat. Dan sebenarnyalah memang tidak ada yang tahu kapan kiamat akan terjadi, hanya Allah yang mahatahu tentang hal itu.

Bicara soal akhir dunia memang mengasyikkan, karena membicarakan sesuatu yang membuat orang menjadi penasaran. Kali ini saya akan menghembuskan isyu yang berbeda dengan isyu dari kalender Suku Maya, yakni gosip tentang akhir dunia dikaitkan dengan kepausan.

Santo Malachy O’Morgain adalah Uskup Agung Irlandia abad ke-12 yang meramalkan identitas 112 orang Paus, dari pemerintahan Paus pada waktu itu, Celestinus II, sampai Paus sekarang dan sesudahnya – tetapi tidak terlalu jauh ke masa depan lagi.

Menurut O’Morgain, yang secara menakjubkan akurat sekali sampai sejauh ini, hanya ada satu Paus setelah pemimpin Gereja Katolik Roma Sekarang, Benediktus XVI.

Paus yang terakhir akan bernama Petrus Romanus, atau Petrus orang Roma. O’Morgain, yang kemudian menjadi orang kudus Irlandia pertama, menguraikan pemerintahan Paus terakhir sebagai berikut:

Kehancuran Roma

“Dalam perlakuan kejam terakhir terhadap Gereja Roma yang suci, akan ada pemerintahan Petrus orang Roma, yang akan memberi makan dombanya di antara banyak kesengsaraan; setelah itu kota tujuh bukit (Roma) akan dihancurkan, dan Hakim mengerikan akan mengadili manusia.”

Malachy dilahirkan di kalangan keluarga kaya Irlandia, dan sejak masa kanak-kanak sudah tertarik kepada kehidupan agama dan mistik. Dia menjadi imam di Armagh, bekerja keras untuk pembaruan gereja, dan kemudian diangkat menjadi uskup agung, kedudukan yang dilepaskannya lima tahun kemudian karena dia ingin menghayati kehidupan yang lebih sederhana.

Penglihatan tentang Paus Masa Depan?

Pada tahun 1139, Malachy melakukan ziarah ke Roma. tempat dia diangkat menjadi utusan Paus untuk Irlandia. Ketika mengunjungi Vatikan itulah Malachy dikabarkan mendapatkan penglihatan yang di dalamnya identitas Paus di masa mendatang diungkapkan kepadanya.

Malachy dilaporkan telah “melihat” rangkaian kalimat dalam bahasa Latin yang memerikan para Paus yang akan datang.

Ketika melihat kata-kata itu, dia menuliskannya. Kecuali deskripsi tentang keruntuhan gereja yang menyertai identifikasi Petrus Romanus, setiap Paus diungkapkan dalam catatan pendek yang tidak lebih dari empat kata. Kerap kali referensinya adalah tentang nama keluarga, tempat lahir, dan jabatan sebelumnya.

Sebagai contoh, Paus Adrianus IV disebut “De rure albo”. Ini bisa diterjemahkan menjadi “dari negara Alban”, yang berarti Inggris, atau “dari negeri putih”.

Adrianus, yang berasal dari Inggris, juga pernah menjabat di Skandinavia, dan kembali dari negeri yang tertutup salju putih ini untuk menjadi Paus pada tahun 1154.

Pada tahun 1503, Pius III menjadi Paus, tetapi hanya memerintah selama 26 hari. Malachy mengidentifikasi dirinya sebagai “de parvo homine”, atau “dari orang kecil”. Nama Pius adalah Piccolomini, atau “orang kecil.”

Walaupun Malachy membuat ramalan selama abad ke 12, ramalannya baru diterbitkan pada tahun 1595, ketika seorang ahli sejarah Benediktin menemukan sebuah daftar yang terkunci dalam arsip Vatikan dan menerbitkannya untuk diketahui oleh umum. Malachy diduga menyerahkan daftar itu kepada Paus Innocentus II, yang seketika menyembunyikannya.

Naskah yang Dipalsukan?

Penjelasan yang tidak biasa ini menyebabkan para cendekiawan -pada waktu itu dan sekarang- berkeyakinan bahwa naskah itu sebuah pemalsuan. Tetapi kalau firasat bertanggung jawab untuk ramalan sebelum tahun 1595, maka ketepatan ramalan yang dibuat sesudah itu seharusnya merosot tajam. Tetapi apa diramalkan secara aneh oleh Malachy tentang Paus berikutnya tepat mengenai sasaran.

  • Alexander VII (1655-1667) diberi julukan “Montium custo” atau “Penjaga perbukitan”. Lambang keluarganya menunjukkan tiga buah bukit -di bawah perlindungan cahaya sebuah bintang.
  • Clementus XIV (1769-1775) diidentifikasi sebagai “Ursus velox” atau “beruang yang cepat.” Perisai keluarga paus ini memperlihatkan seekor beruang yang sedang lari.
  • Pius VI (1775-1779) diberi motto “Peregrinus apostolicus,” atau ziarah rasul. Setelah terusir oleh Revolusi Perancis pada tahun 1700-an, dia melewatkan sisa hidupnya sebagai pelarian yang mengembara.
  • Gregorius (XVI) (1831-1846) diberi nama “De balneis etruriae” atau dari pemandian Etruria, sebuah nama kuno untuk satu bagian Italia. Gregorius memang berasal dari ordo keagamaan di Etruria, dan mensponsori pekerjaan arkeologis di pemandian kuno di sana.

Akhir Deretan

Para Paus yang diramalkan oleh Malachy untuk abad ke-20 tidak kurang akuratnya. Benedictus XV diberi julukan “Religio depopulata” atau agama yang disia-siakan. Bendictus XV mendapat kemalangan menjadi Paus dari tahun 1914 sampai 1922. Selama pemerintahannya, berjuta-juta orang tewas dalam Perang Dunia I dan dalam wabah influenza di seluruh dunia yang menyusul sesudahnya. Di Rusia kemenangan Komunisme menewaskan berjuta-juta orang lagi dari kubu orang beriman.

Yohanes XXIII memerintah dari 1958 sampai 1963. Nama Malachy bagi dia adalah “Pastor at nauta” atau pastor dan pelaut. Yohanes dengan penilaian apa pun adalah sorang pastor yang besar, melancarkan modernisasi besar di gereja, serta merebut kasih sayang dan rasa hormat berjuta-juta warga Katolik maupun bukan Katolik.

Dari tahun 1953 sampai pengangkatannya sebagai Paus, Yohanes XXIII  menjadi Patriarch Venesia, sebuah kota yang menjadi kaya karena perdagangan maritim.

Malachy Terbukti Benar

Ketika Paus Yohanes XXIII menyelenggarakan Konsili Vatikan yang mengubah wajah gereja, Yohanes memilih dua lambang untuk lencana konsili: sebuah salib dan sebuah kapal.

Paus Paulus VI, orang yang menggantikan Yohanes, adalah “Flos florum” atau bunganya bunga. Paulus VI mempunyai tiga bunga teratai pada perisai lambangnya.

Paus Yohanes Paulus I, yang menyusul Paulus VI, diperikan sebagai “De meditate lunae” atau dari pertengahan bulan. Kematiannya selelah memerintah 33 hari terjadi di antara bulan purnama 16 September dan 16 Oktober.

Pemerian Paus Yohanes Paulus II, yang menggantikan Yohanes Paulus I, paling membingungkan. Yohanes Paulus II disebut “De labore solis” atau dari kerja keras matahari. Dia asli dari Cracow, Polandia, tempat Copernicus pada abad 15 dan 16 bekerja keras untuk membuktikan bahwa bumi beredar menglilingi matahari.

Pengganti Yohanes Paulus II diperikan sebagai “Gloria Olivae” atau kejayaan zaitun. Pemerian ini ternyata menunjuk pada nama gelar yang diambil oleh Joseph Alois Ratzinger, yakni Benekditus. ordo Benekdiktin dikenal dengan sebutan Olivetan (olive=zaitun).

Secepat Apa Akhir Tiba?

Setelah “Gloria Olivae” datanglah “Petrus Romanus” atau Petrus dari Roma – dan akhir Gereja. Secepat apa itu akan terjadi? Maka bila dunia berakhir seiring berakhirnya  pemerintahan “Petrus Romanus” atau pada masa pemerintahan “Petrus Romanus” –  ketika Antikristus menguasai dunia.

Walaupun ramalan Malachy dibuat hampir 1.000 tahun yang lalu, rupanya ini sesuai dengan penetapan waktu peramal lainnya untuk akhir yang mengerikan.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: